BUMI DAN MATAHARI
Pagi buta hutan belantara tebal embun dingin merasuk jiwa, harum segar bunga bunga, namun tidak untuk sang mentari sinarnya tak mampu menyinari bumi yang tertutup pepohonan.
Seperti wajah yang selalu terbalut kerudung tampak anggun nan indah, tak banyak mata yang dapat menembus di balik kerudung, sepasang bola mata mengintai dari kejauhan, namun berkali kali berputus asa karena sebuah keteguhan alam.
Burung burung putih di tengah sawah tidak pernah mengerti apa sejatinya yang telah terjadi, karena tak ada sebuah kata yang mampu membawanya terterpah angin, berharap pepohonan tau tanah dibawanya membutuhkan sinar matahari.
Bila ada kesempatan bolehlah pepohonan membuka balutan kerudung agar matahari dapat menyinari bumi walau hanya di sore hari, dan sampaikan pada burung ada ruang untuk kau singgahi walau dengan sedikit ikhlas di hati. ( MC )
Komentar
Posting Komentar