TITIP RINDU UNTUK AYAH

Terjaga di kesunyian malam duduk termangu di tengah pintu, memandang langit penuh cahaya bulan, purnama telah berlalu hanya  sisakan cayaha, tetes air mata tak mampu hapus kerinduan terhadap ayah,,.

Menatap langit menuju indahnya bulan, sembari menghitung bintang yang tak pernah dapat terhitung, genap sudah' namun kembali ganjil, terdapat senyum kecil ketika kembali gagal menghitung bintang-bintang.

Akan kah pelangi hadir pada terangnya bulan, ia terus bermimpi tentang merubah warna pelangi, berlari berharap mendapatkan keadilan, tentang rasa rindunya.

Ayah kapan kau pulang!!  lihatlah binar mataku penuh tanya akan dirimu, kau pahlawan ku dari segala rasa, namun semua itu hanya mampu ku ungkapkan dengan air mata. (Mulya Cahya)

Komentar