PUISI JANDA & YATIM PESISIR
JANDA DAN YATIM PESISIRAN
Anak lelaki duduk termangu menghadap ke muara, menangis terseduh-seduh terdengar lirih diantara gemuruh ombak.
Datang wanita paruh baya dengan kerudung hitam, menghampiri lelaki kecil berkulit hitam, sembari berkata sudahlah nak' bapakmu tak,an pernah kembali namun bapakmu tetap ada dalam sanubari kita, dia tetap hidup dihati ibu, ungkapnya.
Seorang anak dan istri yang kehilangan kepala keluarganya saat berjuang mencari nafkah, sang ayah tidak pernah kembali setelah berpamit mengais rejeki.
Ia ditelan keganasan ombak plawangan (Muara Puger) menjadikan janda seorang istri, menjadikan yatim anak yang masih kecil, jasadnyapun tak pernah di ketemukan.
Perjuangan seorang nelayan untuk mencukupi nafkah keluarganya, perahunya terbalik karam di terjang ganasnya ombak pantai selatan, kisah pilu sang nelayan meninggalkan sebuah cerita hingga sampai kapanpun tetap terkenang dalam benak sang janda dan anak yatim. ( Mulya Cahya)
Cerita tersebut diambil dari kisah di masyarakat nelayan Puger Jember, Dan tidak bermaksud mengungkap kehidupan pribadi siapun,
Komentar
Posting Komentar